SumberSyariat adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tarekat dari kata Tariqah (Arab) berarti "jalan" atau "metode", dan mengacu pada aliran kegamaan tasawuf atau sufisme/mistisme Islam. Jadi, Tarekat adalah suatu cara/ajaran tertentu untuk lebih mengenal Hakikat. Hakikat (Haqiqat) adalah kata benda yang berarti kebenaran atau yang benar Search Ilmu Khodam. Khodam merupakan makhluk yang diciptakan Allah SWT untuk menjaga manusia, memiliki kekuatan gaib, dapat berkomunikasi dan membantu hajat manusia In Indonesian shamanism, ilmu particularly refers to a specific occult art -its theory, practice, and the resultant power or ability--emphasis is especially placed on power Their Knowledge in Magick transcends All religions and Abstract p>Hakikat ibadah haji pada dasarnya adalah suatu tindak mujahadah (upaya jiwa yang sungguh-sungguh) untuk memeperoleh kesadaran musyahadah (penyaksian). Yakni proses kegigihan seorang MenyingkapHakikat Makna Haji. Ibadah haji, dalam rukun Islam, merupakan ibadah kelima setelah syahadat, salat, puasa dan zakat. Ibadah ini dilakukan pada hari-hari tertentu di bulan Dzulhijjah dengan urutan amalan-amalan tertentu. Setiap pelaku haji melakukan amalan-amalan tersebut pada tempat-tempat yang tertentu pula. SIRIENAM BELAS. 1. Pekerjaan SYAREAT = Dikatakan oleh Lidah dan dikerjakan oleh Hati. 2. Pekerjaa TAREKAT = Hati yang mengerjakan baik atau jahat. 3. Pekerjaan HAKEKAT = Nyawa yang mengerjakan baik atau jahat. 4. Pekerjaan MAKRIFAT = Rahasia yang mengerjakan baik atau jahat. tZ6qRf. TASAWWUF SYARIAT, TAREKAT, HAKIKAT, MAKRIFAT Pertanyaan Saya 1. apa itu syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat? 2. apa yang dimaksud mempelajari islam secara lengkap? Apa saja kategori2/bidang2 ilmu dalam ilmu islam? 3. apakah boleh seseorang mempelajari islam hanya syariat saja dan tidak mempelajari tarekat, hakikat, dan makrifat? Dan apa hukumnya wajib mempelajari syariat, tarekat, hakekat, dan makrifat secara terintegrasi dan menyeluruh? 4. apakah boleh seseorang beribadah tidak mengharap surga, tidak takut masuk neraka, rela masuk neraka jika ALLAH menghendakinya, dan beribadah atas dasar kecintaan terhadap ALLAH? 5. Lebih tinggi mana derajat orang yang beribadah karena ingin masuk surga saja atau orang yang beribadah karena kecintaannya kepada ALLAH tidak mengharap masuk syurga, tidak takut masuk neraka, dan murni hanya mengharap ridho ALLAH semata? TOPIK SYARIAH ISLAM APA ITU TASAWUF? TAREKAT, SYARIAT, HAKIKAT DAN MAKRIFAT PENGERTIAN TAREKAT SECARA UMUM PENGERTIAN TAREKAT SECARA KHUSUS TAREKAT TERORGANISIR MENURUT IMAM NAWAWI SYARIAT, TAREKAT DAN HAKIKAT TINGKATAN MAKRIFAT CARA KONSULTASI AGAMA JAWABAN APA ITU TASAWUF? 1. Ketika anda menanyakan definisi syariat lalu dikaitkan dengan tarekat, hakikat dan makrifat, maka sebenarnya anda bertanya tentang dunia tasawwuf. Karena dalam ajaran Islam yang non-tasawwuf, hanya ada tiga prinsip Islam yang pokok yaitu Islam, Iman dan Ihsan berdasarkan pada hadis sahih riwayat Muslim dari Umar bin Khattab - yang dikenal dengan hadits Jibril - di mana terjadi percakapan antara malaikat Jibril dan Rasulullah yang ringkasannya sebagai berikutHai Muhammad. Beritahukan kepadaku apa itu Islam! Rasulullah Saw berkata “Islam adalah Anda bersaksi tiada Ilaah yang disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, tegakkan shalat, bayarkan zakat, puasakan Ramadhan, laksanakan haji jika Anda mampu berjalan ke sana. Ia berkata Anda benar. Kami heran, ia bertanya kemudian ia membenarkan. Ia berkata lagi Beritahukan kepadaku apa itu Iman! Rasul menjawab Anda percaya kepada Allah, MalaikatNya, kitan-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari Akhir, dan anda beriman kepada qadar baik dan buruk. Ia menjawab Anda benar. Ia berkata lagi Beritahu aku apa itu Ihsan! Rasul berkata "Anda sembah Allah seolah-olah melihatnya, dan jika Anda tidak dapat melihatnya, maka Ia pasti melihatmu." TAREKAT, SYARIAT, HAKIKAT DAN MAKRIFAT Adapun agama Islam versi kalangan pengikut tasawwuf, maka ia terbagi menjadi tiga yaitu syariat, tarekat dan hakikat. Istilah arekat juga menjadi nama lain dari aliran tasawuf. Berikut pengertian syariat, tarekat dan haqiqat versi pengikut tasawwuf. TAREKAT DAN TASAWWUF Pengertian tarekat atau tasawuf dapat dikategorikan ke dalam dua definisi. Definisi umum dan khusus. Definisi umum adalah pengertian tarekat yang diberikan oleh ulama kalangan sufi tak terorganisir atau sufi individual. Sementara tarikat dalam pengertian khusus adalah pengertian yang diberikan oleh kalangan sufi terorganisir yang bernaung di bawah suatu gerakan tarekat seperti tarekat naqshabandiyah, Syadziliyah, dst. PENGERTIAN TAREKAT SECARA UMUM Imam Nawawi dalam kitab Al-Maqashid fi Al-Tauhid wal Ibadah wa Ushul Al-Tashawuf, hlm. 20, menjelaskan pokok-pokok tasawuf sbb أصول طريق التصوف خمسة تقوى الله في السر والعلانية، واتباع السنة في الأقوال والأفعال، الإِعراض عن الخلق في الإِقبال والإِدبار، الرضى عن الله في القليل والكثير، والرجوع إِلى الله في السراء والضراء Artinya Pokok tarekat tasawuf ada lima takwa pada Allah dalam rahasia atau terang, mengikuti sunnah dalam ucapan dan perbuatan, berpaling dari makhluk dari depan dan belakang, rela pada pemberian Allah dalam sedikit atau banyak, kembali pada Allah kala senang dan susah. Zakariya Al-Anshari dalam Risalah Al-Qusyairiyah, hlm. 7, memberikan definisi tasawuf kurang lebih sama dengan Imam Nawawi التصوف علم تعرف به أحوال تزكية النفوس، وتصفية الأخلاق وتعمير الظاهر والباطن لنيل السعادة الأبدية Artinya Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui keadaan penyucian hati dan pembersihan akhlak dan meramaikan lahir dan batin untuk mencapai kebahagiaan abadi. Dalam pengertian yang diberikan oleh Imam Nawawi dan Al-Anshari ini, maka tarekat adalah penyucian diri dengan menaati segala perintah Allah secara ikhlas bukan karena takut atau ingin dipuji sesama manusia; menekankan pada nilai esoteris hati daripada eksoteris lahiriyah. Tidak lebih dari itu. Apabila mengikuti definisi ini, maka semua muslim yang taat pada syariah dan menjauhi larangannya dapat disebut sebagai seorang Sufi atau pengikut tasawuf tanpa harus ada keterikatan dengan guru atau mursyid tarekat tertentu. Dalam pemahaman ini, maka Tarekat atau tasawuf merupakan salah satu aspek dari Islam yang serupa dengan hukum syariah fiqih. Tasawuf itu tak terpisahkan dari Islam dan menjadi bagian dari keimanan Islam; menjadi pilar ketiga Islam yaitu ihsan sebagaimana disebut dalam hadits riwayat Muslim dari Umar bin Khattab yang disebut di awal tulisan ini. Apabila tarekat dimaknai sebagai pembersihan diri saja, maka klaim mereka sebagai implementasi dari 'ihsan' adalah tepat. PENGERTIAN TAREKAT SECARA KHUSUS Dalam terminologi kaum sufi yang terorganisir, tarekat adalah jalan menuju Allah yang dilakukan oleh pengikut kelompok ini untuk pembersihan diri tazkiyah an-nafs melalui pendidikan tarbiyah, dzikir serta wirid riyadhah secara intensif atas panduan seorang mursyid guru spiritual yang mencapai tingkat wali yang mahfudz tak pernah salah yang dengannya akan mencapai makrifat pada Allah. Dalam tarekat terorganisir ini elemen terpenting adalah adanya murid dan mursyid guru spiritual. Dalam pengertian kedua ini, maka muncullah beberapa organisasi atau aliran toriqot. Di Indonesia, ulama NU, membagi kelompok tarikat ini menjadi muktabaroh yang dianggap dan ghoiru muktabarah yang tidak diakui. Organisasi toriqot yang muktabaroh antara lain Syadziliyah, Naqshabaniyah, Qadiriyah, Tijaniyah, dll. TAREKAT TERORGANISIR MENURUT IMAM NAWAWI Ulama salaf tidak keberatan dengan keberadaan tasawuf/tarekat terorganisir dengan syarat tidak ada hal-hal yang berlawanan dengan 4 sumber syariah yaitu Quran, Sunnah, ijmak dan qiyas. Imam Nawawi dalam Al-Maqashid fi Bayan Al-Aqaid wa Ushul Al-Ahkam, hlm. 92, menjelaskan soal ini أصول الدِّين أربعة الكتابُ والسنُّة والإجماع والقياس المعتبران . وما خالف هذه الأربعة فهو بدعةُ ومرتكبُه مُبتدع , يتَعَيَّنُ اجتنابه وزجرهُ . ومن المطلوب اعتقاد من علم وعمل ولازم أدب الشريعة , وصحب الصّالحين . وأمّا من كان مسلوباً عقلهُ أو مغلوباً عليه , كالمجاذيب , فنسلّم لهم ونفوّض إلى الله شأنهم , مع وجوب إنكار ما يقع منهم مخالفا لظاهر الأمر , حفظاً لقوانين الشَّرع Artinya Pokok agama ada empat Al-Quran, hadits, ijmak dan qiyas yang muktabar. Adapun sesuatu yang berlawanan dengan sumber yang empat ini maka bid'ah yang sesat dan pelakunya adalah mubtadi' ahli bid'ah yang harus dijauhi. Dituntut untuk meyakini ulama yang mengerti dan mengamalkan ilmunya dan komitmen pada aturan syariah dan bersama kalangan orang soleh. Adapun orang yang rusak akalnya atau gila, seperti orang yang jadzab, maka kami serahkan tingkah mereka pada Allah serta wajib mengingkari pada yang terjadi pada mereka yang berlawanan dengan zhahirnya perkara guna menjaga aturan syariah. SYARIAT, TAREKAT DAN HAKIKAT Berikut definisi syariat, tarekat dan hakikat menurut pemahaman khusus di kalangan ahli tasawuf SYARIAH Syariah adalah sisi praktis dari ibadah dan muamalah dan perkara-perkara ubudiyah. Tempatnya adalah anggota luar dari tubuh. Yang mengkaji khusus ilmu syariah disebut fuqaha ahli fiqih. TAREKAT DAN HAKEKAT Tarekat adalah kesungguhan hati mujahadah al-nafs dan meningkatkan kualitas karakter hati yang kurang menuju kesempurnaan dan naik dalam posisi kesempurnaan dengan sebab ditemani oleh para mursyid. Tarikat adalah jembatan yang menjadi perantara dari syariah menuju hakikat Lihat, As-Sayid, Takrifat, hlm. 94. Untuk menjelaskan hubungan antara syariat dan hakikat, ulama Sufi memberi contoh shalat. Melaksanakan shalat dengan semua gerakan dan perilakunya yang bersifat lahiriyah dan memenuhi semua rukun dan syarat shalat sebagaimana disebut oleh ulama fiqih merepresentasikan sisi syariah yaitu fisik shalat. Sedangkan hadirnya hati bersama Allah dalam shalat mewakili sisi hakikat. Ia adalah ruh shalat. Perbuatan shalat secara fisikal adalah jasad dari shalat sedangkan khusyuk dalam shalat adalah ruhnya. TINGKATAN MAKRIFAT Makrifat adalah maqam posisi tertinggi di kalangan panganut tarekat. Menurut kalangan Sufi, makrifat adalah anugerah Allah pada kalangan Al-Arif orang yang mencapai makrifat berupa ilmu, rahasia asrar dan lataif kelembutan. Makrifat bisa dicapai dengan lamanya "bermuamalah" dengan Allah. Makrifat merupakan hasil dari sikap zuhud dan penyucian diri dan ia tidak dapat dicapai kecuali dengan dzauq rasa dan wijdan kekuatan batin Lihat, Kamal Ja'far dalam Al-Tashawwuf, hlm. 200. **** BELAJAR ILMU AGAMA ADA DUA KATEGORI 2. Orang yang belajar ilmu agama ada dua kategori orang awam dan calon ulama. Orang awam cukup mempelajari ilmu agama secukupnya saja tanpa perlu pendalaman dan itupun hanya terkait dengan ilmu-ilmu syariah keseharian seperti perihal shalat, puasa, zakat, dan ilmu-ilmu yang terkait dengannya. Sedangkan calon ulama diharuskan untuk mempelajari berbagai ilmu agama termasuk juga bahasa Arab yang menjadi bahasa Al-Quran dan hadits. Baca detail Hukum Belajar Ilmu Agama APA SAJA ILMU AGAMA ITU? Al-Quran dan tafsirnya, hadis dan ilmu cabangnya, fiqih dan ushulnya, aqidah, ilmu bahasa Arab, tajwid, sejarah, dan lainnya. Baca detail Hukum Belajar Ilmu Agama 3. Boleh. Ilmu yang perlu dipelajari oleh kalangan awam adalah yang terkait dengan kewajiban syariah saja. Baca detail Hukum Belajar Ilmu Agama HUKUM BELAJAR ILMU TASAWUF DAN IKUT TAREKAT TERORGANISIR Adapun ilmu tasawuf seperti soal hakikat dan makrifat itu justru mendapat peringatan dari Imam Nawawi agar kita berhati-hati dengannya. Kami kutipkan lagi ucapan Imam Nawawi di atasPokok agama ada empat Al-Quran, hadits, ijmak dan qiyas yang muktabar. Adapun sesuatu yang berlawanan dengan sumber yang empat ini maka bid'ah yang sesat dan pelakunya adalah mubtadi' ahli bid'ah yang harus dijauhi. Dituntut untuk meyakini ulama yang mengerti dan mengamalkan ilmunya dan komitmen pada aturan syariah dan bersama kalangan orang soleh. Adapun orang yang rusak akalnya atau gila, seperti orang yang jadzab, maka kami serahkan tingkah mereka pada Allah serta wajib mengingkari pada yang terjadi pada mereka yang berlawanan dengan zhahirnya perkara guna menjaga aturan syariah. Tidak wajib. Yang wajib bagi kalangan awam adalah belajar ilmu syariah dasar agar dapat melaksanakan kewajiban agama dan menjauhi larangannya dengan benar. Sedangkan ilmu agama secara mendalam hukumnya fardhu kifayah yakni wajib pada sebagian orang yang memang mengkhususkan diri untuk belajar ilmu agama. Abu Bakar Al-Rozi Al-Jashash dalam Ahkamul Qur'an, hlm. 4/374, dalam menjelaskan maksud QS At-Taubah 922, menyatakan وفي هذه الآية دلالة على وجوب طلب العلم وأنه مع ذلك فرض على الكفاية ، لما تضمنت من الأمر بنفر الطائفة من الفرقة للتفقه ، وأمر الباقين بالقعود Artinya Ayat ini menunjukkan wajibnya mencari ilmu dan sifatnya fardhu kifayah karena dalam ayat ini terkandung perintah pada sebagian golongan untuk berangkat menuntut ilmu dan memerintahkan yang lain untuk tinggal di rumah. 4. Boleh. Tidak ada larangan untuk itu. Yang prinsip adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlepas dari itu, semua perbuatan di dunia yang dilakukan karena Allah, bukan karena manusia, itu disebut perbuatan yang ikhlas. Baik murni karena cinta pada Allah, atau ingin surga Allah, atau takut pada neraka Allah itu semua masuk dalam kategori ikhlas. Bukan riya. Dan karena itu semuanya baik. Pengkategorian ikhlas menjadi seperti di atas itu adalah ajaran kaum sufi. Bukan berdasarkan pada dalil Quran dan hadits. Robiah Al-Adawiyah, salah satu tokoh sufi, membagi ikhlas menjadi tiga أن مراتب الاخلاص ثلاثالاولى أن تعبد الله طلبا للثواب وهربا من العقاب، الثانية أن تعبده لتتشرف بعبادته والنسبة إليه، والثالثة أن تعبد الله لذاته لا لطمع في جنته ولا لهرب من ناره - وهي أعلاها - لانها مرتبة الصديقين Artinya keikhlasan itu terbagi menjadi 3 derajat Pertama, beribadah kepada Allah karena mengharap pahala surga dan takut pada siksa neraka. Kedua, beribadah kepada Allah untuk menghormati-Nya dan mendekatkan diri beribadah kepada Allah demi Dia bukan karena mengharap surga-Nya dan bukan karena takut neraka-Nya. Lihat, Al-Bakri dalam Ianah Al-Tholibin, hlm. 4/386 Baca detail Derajat Ikhlas Menurut Sufi dan Non-Sufi 5. Dalam kacamata syariah, itu sama saja. Orang yang mengharap ridha Allah akan mendapatkan ridhaNya dan orang yang mendapat ridho Allah akan mendapatkan surga. Dalam QS At-Taubah 9100 Allah berfirmanOrang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. Seperti disebutkan di atas, pembagian ikhlas menjadi tiga adalah klasifikasi kalangan sufi. Bukan kalangan ulama mainstream. Ulama mainstream umumnya dalam soal akhirat berpegang penuh pada dalil Quran dan hadits karena itu masalah ghaib. Dan dalam Al-Quran maupun hadits, bertakwa karena mengharapkan surga dan takut neraka itu adalah sikap yang syar'i. Hakikat Haji yaitu dari Makkah yaitu pusar kita,.hakikat ka'bah yaitu hati,pintu Ka'bah pintu hati,hajar Aswad yaitu ulu hati..kalbum mukmin ka'baitullohHaji artinya berkunjung ke ka'baitulloh Al -haram untuk melakukan tawaf, Sa'i,wukuf dan amalan lain ber Ihram yaitu mengembalikan diri kepada Alloh,karena kita asal yg suci kembali ke yg Wukuf di arofah yaitu pertemuan Roh yg tujuh pada kosong o .Tawaf Ifadah tujuh kali putaran sebab Roh yg tujuh Roh rohani,Roh jasmani, Roh Rabbani,Roh nurani,Rohil qudus,roh Rahmani,roh tawaf Ka'bah berada di sebelah kiri karena hati ada di antara Safa dan Marwah tujuh balikan karena martabat itu ada tujuh Ahdah,wahdah, Wahidiah,Alam ruh,Alam Misal,Alam ajsam,Alam membersihkan diri karena Alloh Zahir bathin nyawa suci,Roh suci, Allahu ta'ala meliputi sekalian yg apabila ketinggalan salah satu dari rukun haji,maka haji nya batal.. [ Sumber dari Sukmadia Muhammad. ] About roslanTv Tarekat Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis. HAJI DALAM PANDANGAN itu dilaksanakan didalam diri anda sendiri. Haji itu ada bersangkut paut dengan pergorbanan. Apakah pergertian korban yang sebenar2nya? Adakah Allah itu memandang pada binatang yang dikorbankan itu? Adakah Allah pandang pada nabi Ismail ketika dia disembelih oleh ayahnya sendiri? Pergertian korban itu ertinya ialah penyerahan. Penyerahan zat, sifat, af'al dan asma kembali kepada Allah Ta'ala. Jangan lagi di adakan sifat2 keakuan diri. Serahkan secara mutlak zahir dan batin kepada Allah. Semuanya menjadi milik yang mengatakan, apabila anda mengerjakan haji diMekah...anda diibaratkan seperti bayi yang suci dan bersih. Apakah pergertian suci dan bersih itu dan bagaimankah anda bisa mencapai kepada tahap tersebut?Apabila anda telah kembalikan zahir dan batin kepada Allah, maka anda itu berada didalam keadaan fitrah. Fitrah itu ertinya semula jadi bersih dan suci. Tidak kah anda menjadi bersih dan suci apabila segala2nya menjadi milik Allah? Tiada lagi yang dikatakan milik kita. Di sini juga anda telah pun kembalikan amanah dan rahsia kepada tuan yang empunya rahsia dan amanah iaitu Allah swt..Renung2kanlah......Apakah pegertian Ka'abah atau Baitullah didalam pandangan Hakikaton?Ka'abah atau Baitullah di Mekah itu ada lah satu kiasan atau tanda bagi umat Islam diseluruh atau Baitullah itu ertinya rumah Allah. Yang dikatakan rumah Allah itu adalah tempat hakikatnya,Baitullah itu berada didalam Qalbu orang2 mukmin. Untuk mendapatkan Baitullah, anda wajib mengenali Qalbu orang2 mukmin itu adalah mereka2 yang beriman iaitu percaya bahawa yg wujud dan maujud itu hanya Allah. Orang2 mukmin itu adalah mereka2 yang telah membuat penyerahan secara total kepada Allah sehingga tidak lagi terlihat adanya itu pula adalah Roh. Roh itu lah raja yang memerintah jasad mengikut apa yang tertulis dikitab Luhul Mahfuz. Roh itu lah yang menghidupkan jasad bagi menyatakan Hayat iaitu sebenar2nya wujud dan maujud itu lah yg dikatakan diri yg sebenar2nya diri. Roh dari Nur Muhammad dan Nur Muhammad itu dari Nurullah. Pada hakikatnya....ROH ITU LAH YANG DIKATAKAN BAITULLAH iaitu rumah Allah. Roh itu bukan Allah tapi tak lain dari Allah itu pegertian Ka'abah atau Baitullah didalam pandangan Hakikaton?Ka'abah atau Baitullah di Mekah itu ada lah satu kiasan atau tanda bagi umat Islam diseluruh atau Baitullah itu ertinya rumah Allah. Yang dikatakan rumah Allah itu adalah tempat hakikatnya,Baitullah itu berada didalam Qalbu orang2 mukmin. Untuk mendapatkan Baitullah, anda wajib mengenali Qalbu orang2 mukmin itu adalah mereka2 yang beriman iaitu percaya bahawa yg wujud dan maujud itu hanya Allah. Orang2 mukmin itu adalah mereka2 yang telah membuat penyerahan secara total kepada Allah sehingga tidak lagi terlihat adanya itu pula adalah Roh. Roh itu lah raja yang memerintah jasad mengikut apa yang tertulis dikitab Luhul Mahfuz. Roh itu lah yang menghidupkan jasad bagi menyatakan Hayat iaitu sebenar2nya wujud dan maujud itu lah yg dikatakan diri yg sebenar2nya diri. Roh dari Nur Muhammad dan Nur Muhammad itu dari Nurullah. Pada hakikatnya....ROH ITU LAH YANG DIKATAKAN BAITULLAH iaitu rumah Allah. Roh itu bukan Allah tapi tak lain dari Allah itu Tawaf pada pandangan itu adalah pekerjaan mengelilingi Ka'abah sebanyak 7 kali kali pusingan itu ertinya 7 sifat ma'ani iaitu Melihat, Mendengar, Berqalam, Ilmu, Hayat, Kudrat dan Iradat. 7 sifat2 ini hendak lah dikembalikan pada yang empunya sifat. Jangan lagi mengaku dan memakai sifat yg bukan milik kamu. Kamu itu pada hakikatnya tidak ada daya dan upaya. Kesemua sifat2 ma'ani itu kepunyaan Allah swt. Sifat2 ini bagi menyatakan yang Allah itu maha berkuasa. Insan itu adalah rahsia Allah dan semua sifat2nya itu tidak lain dari Allah juga.[ Sumber ari FB ] About roslanTv Tarekat Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis. 100% found this document useful 2 votes3K views75 pagesDescriptionSyariat, Tarikat, Hakikat Dan Makrifat..Copyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 2 votes3K views75 pagesSyariat, Tarikat, Hakikat Dan Makrifat..Jump to Page You are on page 1of 75 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 9 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 13 to 23 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 30 to 38 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 42 to 47 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 53 to 71 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. الشريعة – الطريقة – الحقيقة – المعرفة Syari’ah – Thariqah – Haqiqah – Ma’rifah Pendahuluan Empat istilah ini sangat populer di masyarakat tanah air. Tentunya hal ini menunjukkan keutamaan pengetahuan akan istilah-istilah tersebut. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tema ini. Semoga Allah Swt. memberikan kemudahan. Baik dalam menjelaskan maupun memahaminya dengan baik. 1. Syariat Secara bahasa, syariat artinya jalan umum, jalan utama, jalan besar. Secara istilah, syariat artinya hukum Islam. Membicarakan masalah halal haram. Ada syariat ada fiqih. Keduanya biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah yang sama, yaitu hukum Islam. Padahal keduanya berbeda. Syariat itu dalilnya harus bersifat qath’i. Baik qath’i tsubut maupun qath’i dalalah. Sedangkan fiqih itu dalilnya tidak harus qath’i. Boleh zhanni. Baik zhanni tsubut maupun zhanni dalalah. Maka di sinilah fiqih itu menjadi lebih rumit daripada syariat. Lebih lanjut mengenai hal ini silakan baca pula Bagaimana Kita Membedakan Syariat dan Fiqih *** 2. Thariqat Secara bahasa, thariqah itu artinya jalan, metode, cara. Nama lainya adalah manhaj. Thariqah itu bentuk tunggal. Jamaknya adalah thariqat. Thariqah ini mirip dengan syariat. Hanya saja, thariqah itu bersifat khayali dan bathiniyah. Tidak terlihat secara kasat mata. Manhaj pun demikian. Sedangkan syariat lebih bermakna lahiriyah. Istilah thariqah ini biasa digunakan dalam dua makna. Pertama, biasa digunakan oleh kaum shufi. Thariqah diartikan sebagai jalan kebatinan yang akan mengantarkan pada suatu tujuan. Yaitu Allah Swt. Kedua, biasa digunakan oleh para akademisi di bidang pendidikan. Thariqah diartikan sebagai jalan untuk menyampaikan suatu ilmu. Dalam dunia tasawuf ada beberapa istilah utama, yaitu thariqah mursyid salik bai’at Thariqah adalah jalan yang hendak dilalui. Mursyid adalah orang yang menjadi penunjuk jalan itu. Salik adalah orang yang sedang dituntun dalam jalan itu. Bai’at adalah akad yang disepakati oleh mursyid dan salik. Di Indonesia berkembang banyak thariqah shufi. Dari yang besar sampai yang kecil. *** 3. Hakekat Secara bahasa, hakekat artinya inti dari sesuatu. Secara istilah, hakekat artinya tujuan utama dari ajaran agama Islam. Misalnya – Shalat secara syariat merupakan gerakan dan bacaan tertentu sebagai rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Namun hakekatnya adalah mengingat Allah. – Zakat merupakan syariat juga. Hakekatnya adalah peduli kepada fakir-miskin. – Puasa adalah syariat pula. Hakekatnya adalah pengendalian diri. Bukan hanya dari yang haram dan makruh. Namun juga dari yang halal atau mubah. – Haji adalah syariat dengan melaksanakannya di Mekkah. Rukun Islam yang kelima. Hakekatnya adalah muktamar internasional umat Islam. *** 4. Makrifat Secara bahasa, makrifat artinya ilmu dan pengetahuan. Secara istilah, makrifat artinya memahami apa yang ada di balik yang zhahir. Mirip dengan hakekat. Hal ini berangkat dari adagium من عرف نفسه فقد عرف ربه “Barangsiapa telah mengenal dirinya sendiri, maka sesungguhnya dia telah mengenal Tuhannya.” Artinya, barangsiapa ingin mengenal Allah dengan baik, hendaknya dia terlebih dahulu mengenali dirinya sendiri dengan baik. Sebaliknya, bila manusia gagal mengenali dirinya sendiri, maka dia pun tidak akan pernah mampu mengenali Allah dengan baik. *** Hubungan antara Syariat, Hakekat, Thariqat dan Makrifat Keempat istilah ini memiliki hubungan yang sangat kuat. Keempatnya merupakan satu kesatuan yang ada dalam diri seorang muslim yang benar. Hal ini sama dengan istilah muslim dan mukmin. Bila kedua istilah itu digunakan dalam waktu yang bersamaan, maka keduanya memiliki perbedaan. Bila kedua istilah itu digunakan dalam waktu yang berbeda, maka keduanya memiliki makna yang sama. Demikian pula halnya dengan keempat istilah ini. Bila keempat istilah itu disebutkan dalam waktu yang berbeda-beda, maka sesungguhnya keempatnya itu adalah sama. Ibaratnya sebuah kelapa, maka Syariat adalah sabutnya. Thariqat adalah batoknya. Hakekat adalah dagingnya. Makrifat adalah airnya. Keempatnya merupakan satu kesatuan. Tidak ada satu pun buah kelapa yang tidak memiliki keempat unsur tersebut. Kecuali buah kelapa itu telah rusak, cacat, atau dimakan hama. Ibaratnya pohon, maka Syariat adalah batang, cabang dan rantingnya. Thariqat adalah daunnya. Hakekat adalah akarnya. Makrifat adalah buahnya. Keempatnya saling menyangga, menghidupi dan bersinergi. Tidak ada cerita akar mengkafir-kafirkan batang daun membid’ah-bid’ahkan buah batang memfasik-fasikkan akar buah membodoh-bodohkan daun dan seterusnya. Justru keempatnya akan tumbuh dengan sangat serasi dan menghasilkan manfaat yang luar biasa bagi semesta. Penutup Demikian sedikit ringkasan mengenai keempat istilah yang amat populer di masyarakat Indonesia. Semoga ada manfaatnya. Allahu a’lam. _____________________ Bahan bacaan Artikel Syari’ah, Haqiqah, Thariqah. Oleh Syeikh Abduh Hasan Rasyid al-Masyhadi.

hakikat haji menurut ilmu makrifat