RenunganHarian Kristen. April, 2018. 11 April Renungan Harian (11 April 2018) SEMANGAT SEORANG MURID Matius 11:25-30 Matius 11:29. "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." Menyikapi kehidupan yang penuh dengan tantangan seperti yang kita alami saat ini
ImanSebatas Bibir Latar belakang pembacaan Alkitab kita hari ini tentang Anak-anak Skewa, Kisah Para Rasul 19:13-20, adalah karya pekerjaan Paulus di Efesus dalam memberitakan Yesus Kristus kepada orang-orang Efesus (Kisah 19:1-12). Masyarakat di kota Efesus sendiri terkenal akan pemahamannya tentang kuasa roh-roh jahat yang sering hadir dalam hidup keseharian mereka.
TurunnyaRoh Kudus tersebut mengandung makna yang dalam yaitu : Allah menggenapi janjinya tentang pencurahan Roh kudus yang menjadi sumber kekuatan bagi para Murid dan bagi setiap orang percaya. ( bd. Yoel 2 : 28-29 ) Hari-hari terakhr dari Zaman akhir telah dimulai. (ayat 17,bd Ibrani 1 : 2, 1 Petrus 1 : 20 ) Para Murid diperlengkapi dengan
RenunganHarian Lepas dari Belenggu | Kisah Para Rasul 12:7 (TB) 1 min read. 4 months ago Chika Ferryana
BahanAjar Sekolah Minggu 12 Agustus 2018 Tema: "Nama Tuhan Yesus" (Kisah Rasul 3:1-10) Pokok Renungan Kisah Para Rasul 3 dimulai dengan cerita seorang lumpuh yang sedang duduk di depan gerbang Bait Allah untuk mengemis. Orang itu adalah seorang yang lumpuh sejak lahir, yang mungkin dulunya pernah berharap untuk bisa berjalan, namun
QPC2Erj. Logo YouVersionAlkitabRencanaVideoDapatkan AplikasinyaPemilih BahasaIkon PencarianKisah Para Rasul 125Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada AlkitabAplikasi Alkitab untuk Anak-AnakRencana Bacaan dan Renungan gratis terkait dengan Kisah Para Rasul 125Disiplin RohaniPenjelajah Alkitab Kisah Para RasulMembaca Untuk Mendengar Kisah Para RasulDapatkan Aplikasi Alkitab YouVersionSimpan ayat, baca luring, tonton klip pengajaran, dan lainnya!YouVersion menggunakan cookie untuk mempersonalisasi pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima penggunaan cookie seperti yang dijelaskan dalam Kebijakan Privasi kamiBerandaAlkitabRencanaVideo
Bacaan KISAH PARA RASUL 24 Nas Setelah beberapa hari datanglah Feliks bersama-sama dengan istrinya Drusila, seorang Yahudi; ia menyuruh memanggil Paulus, lalu mendengar dia berbicara tentang kepercayaan kepada Yesus Kristus. Kis. 2424. - Sekalipun belum terbukti, seorang yang dicurigai sebagai tersangka bisa mendapat pandangan miring dari banyak orang. Apalagi jika sebelumnya orang sudah memiliki pandangan negatif tentangnya. Alih-alih menerapkan prinsip praduga tak bersalah demi rasa kemanusiaan yang berkeadilan, kasus itu justru dijadikan dasar untuk semakin memantapkan penghakiman pribadi. Renungan Harian, Filipi 13 TB Bagaimana Membina Hubungan yang Sehat, Belajar dari Paulus Menerima Kristus dan melayani-Nya dengan menjadi rasul yang memberitakan Injil-Nya menjadikan Paulus dihukum. Padahal, Paulus senantiasa menghidupi kebenaran, kejujuran dan menyatakan kasih. Sangat tidak adil karena Paulus tetap dimasukkan ke dalam penjara sekalipun kesalahannya tidak dapat dibuktikan. Faktanya, Feliks, pejabat pemerintah yang ketika itu berwenang untuk mengambil keputusan, tidak membebaskan Paulus sekalipun ia mengetahui kebenarannya. Beruntung, di dalam Tuhan peristiwa tersebut tetap menjadi sebuah kesempatan. Paulus berkesempatan memberitakan tentang Yesus Kristus kepada Feliks dan Drusila. Baca juga Renungan Harian, 1 Korintus 134-8, Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri Baca juga Renungan Harian Kristen, Mikha 68, Apa yang Tuhan inginkan? Membuat Feliks dan Drusila mendengar tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, yang menjadi dasar bagi panggilan pertobatan. Setidaknya, pengajaran Paulus membuat mereka gelisah, menyadari keberdosaannya. Mungkin, kita pernah merasa kecewa karena ketaatan kita dalam menghidupi kebenaran dan hukum tak juga berbuahkan keadilan. Dari Paulus biarlah kita belajar melihat dari sisi yang berbeda. Sehingga setiap peristiwa kita pandang sebagai kesempatan yang baik untuk memberitakan firman Tuhan.
Kita adalah murid Yesus. Murid artinya orang yang belajar dari Gurunya. Murid mengikuti teladan Guru. Menjadi murid Yesus berarti pikiran dan perbuatan kita dipimpin oleh Yesus. Menjadi murid Yesus berarti kita melakukan kehendak Yesus bahkan menaklukan keinginan kita dibawah keinginan Kristus. Menjadi murid Yesus adalah sebuah anugerah, karena kita dipilih oleh Tuhan. Dalam panggilan sebagai murid, kita dipilih untuk memuridkan segala bangsa. Tema khotbah kita hari ini adalah Dipilih untuk memuridkan segala bangsa. Yesus memilih dan menentukan 12 orang yang disebut sebagai murid-Nya. Murid-murid itu dipersiapkan, dibekali, dan mereka belajar langsung dari Yesus selama 3 tahun. Ketika Yesus naik ke Sorga, para murid melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Mereka kembali ke Yerusalem. Ke – 11 Rasul juga beberapa perempuan dan saudara – saudara Yesus. Jumlah mereka 120 orang. Mereka menanti janji Tuhan di Yerusalem. Yerusalem menjadi titik start dari misi dan pelayanan mereka. Di Yerusalem, para murid mempersiapkan diri untuk menerima kuasa Roh Kudus yang memberi ketekunan hati, keberanian dan otoritas bagi mereka untuk melanjutkan misi memuridkan segala bangsa. Ketika menanti janji Tuhan ada 2 hal besar yang dilakukan para murid. 1. Mereka bertekun dengan sehati dalam Doa Kata bertekun Yunani “proskatereo” artinya rajin, bersungguh – sungguh, menghabiskan banyak waktu. Jadi mereka saling melayani, saling mendoakan, saling menasihati, saling menguatkan dan kesehatian mereka semakin kuat. Mereka menunggu bukan dengan berdiam diri atau mengurung diri tetapi dengan bertekun dalam doa. Persekutuan terwujud dalam doa bersama. Murid beroleh kekuatan baru dalam persekutuan yang bertekun dan berdoa. 2. Mereka memilih pengganti Yudas Yudas sudah tidak bersama-sama dengan para murid dan mereka tinggal 11 orang. Yudas sudah “dapat uang kembali”. Yudas menuai apa yang ditaburnya. Yudas mati secara mengerikan dan 30 keping perak harga pengkhianatan Yudas dipakai membeli tanah, yang disebut “Hakal Dama” “Tanah darah” ayat 19. Mengapa Yudas harus diganti? Pertama, untuk menggenapkan jumlah 12 Rasul sesuai jumlah 12 suku Israel. Angka 12 adalah angka dari teladan ketaatan dan penyerahan rasuli kepada kehendak Allah. Kedua, untuk mengembalikan keutuhan dan kemurnian Wibawa Rasul yang telah dinodai oleh pengkhianatan Yudas. Oleh karena itu, pengganti Yudas harus memenuhi syarat, seorang yang pernah bersama Yesus semasa hidup-Nya dan juga menjadi saksi bagi kebangkitan Kristus. Petrus memimpin proses pemilihan itu. Ada 2 orang calon yaitu Yusuf yang disebut Barsabas atau Yustus dan Matias. Pemilihan itu didasari dengan doa. Kemudian pemilihan dilakukan dengan membuang undi. Membuang undi adalah cara yang lazim digunakan sejak PL untuk memastikan apa kehendak Allah. Dari hasil membuang undi itu, pilihan jatuh kepada Matias. Kita sedang berada dalam masa raya penantian Pencurahan Roh Kudus. Karena itu sebagai murid Yesus di masa kini, kita mesti belajar dari cara hidup para murid dimasa penantian. 1. Kita adalah murid Yesus karena itu seluruh kehidupan kita adalah sebuah proses belajar. Belajarlah untuk setia meskipun jalan hidup tidak selalu mulus. Belajarlah untuk sehati dalam persekutuan meski saling berbeda dalam segala hal berbeda pendapat, berbeda keinginan, berbeda perasaan tetapi sehati dalam tujuan, sehati dalam Tuhan sehati sebagai persekutuan. Belajarlah untuk tekun dalam doa. Doa adalah nafas kehidupan. Yesus saja setia berdoa. Kehidupan para murid adalah persekutuan yang bertekun dalam Doa. Doa memberi bagi kita kekuatan menghadapi kerasnya kehidupan. Apabila kita menyerahkan sepenuhnya segala perkara dihidup kita kepada Tuhan maka Tuhan sendiri akan memimpin kita untuk mengerti rencanaNya. Belajarlah untuk melakukan kehendak Yesus sebab menjadi murid bukan sekedar status tapi sikap dan gaya hidup. Menjadi murid Yesus berarti selalu memberikan telinga untuk mendengar Firman Tuhan, Melakukan kehendak Tuhan, mengikuti teladan Yesus dan memberi hidup ini dipimpin oleh Roh Kudus 2. Jika kita sudah belajar untuk setia menjadi murid Yesus maka kitapun dipanggil dalam proses pemuridan. Pada satu sisi kita tetap menjadi murid Yesus, dan pada sisi lain kita juga memuridkan orang lain. Kita dipilih bukan hanya untuk menjadi murid tetapi juga untuk memuridkan orang lain. Kita tidak bisa memuridkan orang lain jika kita belum belajar menjadi murid yang setia. Memuridkan orang lain bukan dengan cara berkhotbah saja juga bukan dengan memaksa orang lain menjadi Kristen. Memuridkan orang lain yaitu dengan gaya hidup/cara hidup Yesus. Kita membuat orang lain mengalami kasih karena kita hidup mengasihi. Orang lain mengalami damai sejahtera karena kita hidup dalam damai. 3. Belajar menjadi murid dan memuridkan orang lain bukan dengan cara hidup Yudas Iskariot. Yudas lskariot adalah peringatan dan contoh murid yang tidak setia, tidak taat dan tidak bersungguh-sungguh. Yudas Iskariot memang menjadi bagian murid Yesus tetapi bukan Yesus yang memimpin kehidupannya. Yudas Iskariot adalah seorang murid yang gagal menjadi murid dan gagal memuridkan orang lain.. Akibatnya Yudas kehilangan berkat – berkat dan janji – janji yang disediakan bagi murid yang setia. Tentu kita tidak mau menjadi murid yang gagal seperti Yudas. Belajarlah menjadi murid yang setia kepada Yesus dan setia memuridkan segala bangsa dengan cara hidup Kristus. Tuhan memberkati.
Renungan Harian Kisah Rasul 12 Kedaulatan Tuhan Dalam Penganiayaan Renungan Harian Kisah Rasul 12 Kedaulatan Tuhan Dalam Penganiayaan. Apa yang terjadi pada Yakobus dan Petrus ayat 1-11? Apa yang terjadi pada Herodes ayat 19-23? Apa hasil dari semua peristiwa yang terjadi ini ayat 24? Kedaulatan Tuhan Dalam Penganiayaan Saya pernah membaca kisah seorang misionaris di pedalaman hutan Amazon yang ketika dikepung oleh suku Indian untuk dibunuh, ia tiba-tiba diselamatkan oleh malaikat yang menampakkan diri sehingga suku tersebut begitu ketakutan. Sebaliknya, saya juga tahu kisah Jim Elliot dan kawan-kawannya. Mereka adalah misionaris yang juga terpanggil untuk melayani suku terasing di pedalaman hutan Bolivia. Mereka tewas dibunuh pada hari pertama mereka menginjakkan kaki disana. Tampaknya Tuhan memang kadang menyelamatkan anak-Nya dari penderitaan dan kadang membiarkan anak-Nya mengalami penderitaan bahkan kematian syahid. Mungkin, dari sudut pandang kita, Tuhan seperti tidak adil dan pilih kasih. Dalam nats ini, Yakobus dibunuh oleh Herodes. Sedangkan, Petrus malah dibebaskan dari penjara secara ajaib. Apapun tindakan Tuhan, semuanya terjadi untuk satu tujuan yaitu supaya Injil Kerajaan-Nya menjamah semakin banyak orang ayat 24. Belajarlah untuk tidak mengeluh di tengah kesulitan pelayanan atau kehidupan tetapi berimanlah bahwa Tuhan sedang mengerjakan yang terbaik melalui segala kesusahan kita! Renungan Harian Kisah Rasul 12 Kedaulatan Tuhan Dalam Penganiayaan Baca juga Khotbah Kristen Daniel 3 Kedaulatan Allah di Masa Krisis
renungan kisah para rasul 12